Selasa, Desember 08, 2009

Sahabat...Psikopat & Politicus...

Di suatu daerah yang terpencil, hiduplah dua orang wanita yang bersahabat, Erin dan Rika. Mereka selalu melalui hari-hari mereka bersama. Tapi mereka tak tau kalau dimana ada awal pasti ada akhir.

Hari-hari pun terus berlalu, dan sekarang mereka telah remaja. Mereka mulai memikirkan masa depan mereka. Sampai suatu hari, rika berpamitan kepada erin. Rika harus pergi untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang politicus. Erin sebenarnya tidak mau semua ini terjadi. Tapi, ini demi masa depan sahabat tersayangnya itu. Dengan berat hati. Erin melepaskan kepergian rika. Sebelum rika pergi, ia memberikan cincin yang sama dipakai oleh rika untuk erin. Ini sebagai tanda bahwa rika tak kan pernah melupakan erin. Ia akan ingat selalu kepada sahabat nya itu. Cincin itu adalah simbol persahabatan mereka berdua. Rika berjanji, ia akan kembali untuk sahabatnya jika ia telah sukses menjadi politicus.

Beberapa tahun kemudian, rika telah berhasil meraih gelar sarjana nya sebagai politicus dengan nilai tertinggi. Dan setelah itu karir nya terus menanjak hingga ia telah menjadi seorang politicus yang terkenal. Ia benar-benar sukses sekarang. Tapi, rika telah melupakan sahabat dan janjinya.

Erin...ia menjadi orang yang dikucilkan didaerahnya itu. Ia difitnah oleh warga desa karena membawa narkoba. Padahal yang erin bawa adalah obat dari penyakit yang ia derita semenjak ia ditinggal pergi oleh sahabatnya. Warga desa melapor ke ketua RT daerah tersebut. Tapi, Ketua RT perlu bukti atas semua itu. Tapi, karena terus di hasut oleh warga desa. Ketua RT tersebut mengusir erin dari daerahnya. Pikiran erin pun menjadi kacau sampai akhirnya timbul niat buruknya. Ia berencana membunuh semua orang yang mengusirnya.

Pada suatu malam, erin kembali kedesa dengan menyamar dan membawa belati. Ia terus berjalan di sepanjang jalan desa tersebut dan membunuh semua warga yang ia temui. Sampai akhirnya yang ia bunuh adalah Ketua RT tersebut. Setelah puas membantai semua warga desa, ia sadar. Bahwa yang ia lakukan adalah salah. Ia menyesali perbuatanya itu. Akhirnya erin menjadi buronan polisi.

Polisi terus mencari erin tapi ia tak pernah ditemukan. Selama ia buron, ia terus mencari sahabatnya kemana-mana. Sampai 6 bulan kemudian, polisi menyebar foto buronan tersebut. Dan salah satu polisi melihat seseorang yang aneh dengan penampilan serba tertutup. Polisi tersebut membuka topi yang menutup wajah orang tersebut, ternyata itu adalah buronan yang mereka cari selama ini. Saat polisi tersebut mengeluarkan senjatanya, ternyata erin telah mengeluarkan senjata terlebih dahulu. Sambil terus mengancam, erin pun perlahan-lahan mulai lari. Tepi ternyata, erin telah dikepung oleh polisi. Dan ia mendapat luka dikaki nya karena mencoba lari.

Berita tertangkapnya erin terus menyebar, sampai akhirnya berita tersebut terdengar oleh sahabatnya, rika. Rika pun kaget mendengar berita itu. Dan ia langsung teringat akan janjinya. Ia langsung bergegas ke rutan untuk menemui sahabat yang ia lupakan itu.
 
Saat dirutan, rika bertemu dengan erin. Tapi, karena penampilan rika telah berubah, ia tak kenal dengan orang yang menjenguknya. Rika terus menjelaskan bahwa dia adalah sahabatnya yang dulu. Tapi erin tidak percaya. Sampai akhirnya rika menunjukan cincin pemberian nya itu. Erin tersentak, ia langsung memeluk rika. Akhirnya ia bertemu dengan sahabatnya yang selama ini ia cari. Rika berjanji akan mengeluarkan erin dari rutan. Tapi, semuanya terlambat. Erin telah menjalani persidangan tanpa pengacara. Ia menjalaninya sendirian. Dan ia di vonis hukuman mati. Rika menyesal akan kesalahanya yang telah melupakan sahabatnya itu. Tapi, erin tak pernah marah kepada rika. Ia senang telah bertemu sahabat nya sebelum eksekusi mati tersebut dijalankan. Erin meminta kepada jaksa, di hari eksekusinya ia ingin mati di pangkuan sahabatnya.

Hari eksekusi pun tiba, erin dibawa ke sebuah padang rumput. Ia disandarkan di sebuah pohon tanpa penutup mata dan tak terikat. Ia hanya di temani oleh sahabatnya. Saat polisi siap-siap akan menembak. Tiba-tiba, rika datang menghadang. Polisi membatalkan tembakanya itu. Lalu rika ditahan oleh polisi agar ia tidak mengganggu proses eksekusi. Lalu polisi melanjutkan proses eksekusi tersebut. 3 peluru bersarang dijantung erin. Erin terjatuh. Rika pun tak tahan melihatnya dan melepas genggaman polisi. Ia langsung memeluk sahabatnya itu. Ia menyesal telah melupakan sahabatnya itu. Tapi erin, ia tak pernah marah kepada rika. Hal terkahir yang erin lakukan adalah menghapus air mata sahabatnya. Setelah itu, ia tewas...

1 komentar:

Hydetio Takarai mengatakan...

Gara-gara nie cerita...kelompok teater gw berhasil bikin teman-teman gw sekelas nangis ngikutin jalan ceritanya... :)

Posting Komentar